Andi seorang Pengacara tampan yang hebat, siapa sangka dulu
dia adalah seorang siswa SMA yang bandel, seragam kusut dan rambut yang acak
acakan adalah pemandangan yang biasa bagi teman teman sekelasnya
Andi duduk di pojok kelas paling belakang, ia sengaja duduk
di sana tanpa teman, baginya itu adalah surga.
setiap hari dia berangkat sekolah tanpa membawa tas karena semua
buku pelajarannya serta jadwal pelajaran sudah tertata rapi di laci tempat
duduknya di pojokan, ia tak begitu menonjol di kelas hanya sifat bandelnya yang
menjadikan dirinya dikenal semua guru mata pelajaran dan teman temannya.
Jika hari ini dia berangkat tepat waktu jam 7 pagi maka
setelah jam 11 siang dia akan menghilang dari kelas, namun jika ia tidak muncul
di kelas saat pagi hari maka jam 11 siang dia akan terlihat tiba tiba muncul
dikelas dengan wajah kusutnya, sekali lagi itu adalah hal biasa bagi teman
teman sekelasnya.
Hari itu hari selasa, jam 7 pagi adalah jadwal pelajaran
Matematika oleh Pak Nasir , dia guru yang cerdas dan pintar, pagi itu pak Nasir
memasuki ruang kelas dengan semangat dan wajah cerahnya. Setelah meletakan buku
nya di meja Pak Nasir mulai memperhatikan keadaan kelas dan kata pertama yang
ia ucapkan adalah “ Dimana Andi?” namun para siswanya hanya diam.
Pagi ini Andi tidak masuk kelas di pagi hari saat pelajaran
wali kelas, Pak Nasir mulai geram namun ia tetap diam, setelah beberapa menit
ia duduk di mejanya kemudian ia menyuruh para siswanya untuk mengerjakan soal
soal lalu ia pun pergi meninggalkan kelas.
Tak ada yang menyangka jika Pak Nasir pergi menuju ke tempat
kos Andi yang berjarak 50 meter dari gerbang sekolah.
Sementara didalam kamar kos Andi masih terlelap melayang
dalam mimpi indahnya dan terbangun kaget karena suara gedoran pintu kamar yang
begitu keras memanggil namanya “ Andi… Andi..!! “
Saat dibuka pintu kamar ternyata itu adalah pak Nasir, ia
berdiri dengan wajah sangarnya dan berkata “Andi mau jam berapa kamu berangkat sekolah?”
Dengan perasaan yang masih keget dia berkata
“ ia pak ini mau mandi “
Pak Nasir tetap menunggu Andi di pintu kamar kos hingga
membuat Andi terburu buru untuk mandi dan memakai seragam sekolahnya.
Setibanya di kelas semua siswa tertawa saat melihat Andi
dengan tampilan kucelnya berjalan memasuki ruang kelas didampingi pak Nasir,
wajahnya terlihat kesal
“ Andi silakan duduk
di bangkumu dan ikutilah pelajaran sekolah dengan baik “ kata pak Nasir dengan
senyum ramah “ mulai sekarang bapak akan mengawasimu sampai kamu lulus dari sekolah
ini, bapak juga akan terus menjemputmu jika kamu berani bolos sekolah lagi “
kata pak Nasir tenang
Dan mulai hari itu Andi pun berhenti membolos sekolah meski
beberapa kali saat dia malas dia akan pergi dari kelas namun di saat itu juga
pak Nasir akan menjemputnya, sungguh Bapak itu benar benar menepati kata
katanya.
Bertahun tahun tlah berlalu , saat reuni akbar di sekolah
Andi datang dengan wajah tampannya serta pakaiannya yang rapi, ia sekarang
adalah seorang Pengacara Muda yang hebat.
#30DWC #30DWCJili22 # Day14
#30DWC #30DWCJili22 # Day14