Jumat, 28 Februari 2020

Andi si Pengacara Tampan yang Hebat


Andi seorang Pengacara tampan yang hebat, siapa sangka dulu dia adalah seorang siswa SMA yang bandel, seragam kusut dan rambut yang acak acakan adalah pemandangan yang biasa bagi teman teman sekelasnya
Andi duduk di pojok kelas paling belakang, ia sengaja duduk di sana tanpa teman,  baginya itu adalah surga.
setiap hari dia berangkat sekolah tanpa membawa tas karena semua buku pelajarannya serta jadwal pelajaran sudah tertata rapi di laci tempat duduknya di pojokan, ia tak begitu menonjol di kelas hanya sifat bandelnya yang menjadikan dirinya dikenal semua guru mata pelajaran dan teman temannya.
Jika hari ini dia berangkat tepat waktu jam 7 pagi maka setelah jam 11 siang dia akan menghilang dari kelas, namun jika ia tidak muncul di kelas saat pagi hari maka jam 11 siang dia akan terlihat tiba tiba muncul dikelas dengan wajah kusutnya, sekali lagi itu adalah hal biasa bagi teman teman sekelasnya.

Hari itu hari selasa, jam 7 pagi adalah jadwal pelajaran Matematika oleh Pak Nasir , dia guru yang cerdas dan pintar, pagi itu pak Nasir memasuki ruang kelas dengan semangat dan wajah cerahnya. Setelah meletakan buku nya di meja Pak Nasir mulai memperhatikan keadaan kelas dan kata pertama yang ia ucapkan adalah “ Dimana Andi?” namun para siswanya hanya diam.
Pagi ini Andi tidak masuk kelas di pagi hari saat pelajaran wali kelas, Pak Nasir mulai geram namun ia tetap diam, setelah beberapa menit ia duduk di mejanya kemudian ia menyuruh para siswanya untuk mengerjakan soal soal lalu ia pun pergi meninggalkan kelas.

Tak ada yang menyangka jika Pak Nasir pergi menuju ke tempat kos Andi yang berjarak 50 meter dari gerbang sekolah.
Sementara didalam kamar kos Andi masih terlelap melayang dalam mimpi indahnya dan terbangun kaget karena suara gedoran pintu kamar yang begitu keras memanggil namanya “ Andi… Andi..!! “
Saat dibuka pintu kamar ternyata itu adalah pak Nasir, ia berdiri dengan wajah sangarnya dan berkata  “Andi mau jam berapa kamu berangkat sekolah?” Dengan perasaan yang masih keget dia berkata  “ ia pak ini mau mandi “
Pak Nasir tetap menunggu Andi di pintu kamar kos hingga membuat Andi terburu buru untuk mandi dan memakai seragam sekolahnya.
Setibanya di kelas semua siswa tertawa saat melihat Andi dengan tampilan kucelnya berjalan memasuki ruang kelas didampingi pak Nasir, wajahnya terlihat kesal
 “ Andi silakan duduk di bangkumu dan ikutilah pelajaran sekolah dengan baik “ kata pak Nasir dengan senyum ramah “ mulai sekarang bapak akan mengawasimu sampai kamu lulus dari sekolah ini, bapak juga akan terus menjemputmu jika kamu berani bolos sekolah lagi “ kata pak Nasir tenang

Dan mulai hari itu Andi pun berhenti membolos sekolah meski beberapa kali saat dia malas dia akan pergi dari kelas namun di saat itu juga pak Nasir akan menjemputnya, sungguh Bapak itu benar benar menepati kata katanya.

Bertahun tahun tlah berlalu , saat reuni akbar di sekolah Andi datang dengan wajah tampannya serta pakaiannya yang rapi, ia sekarang adalah seorang Pengacara Muda yang hebat.

#30DWC #30DWCJili22 # Day14

Kamis, 27 Februari 2020

Tiara ( pemalas )

Tut tut , dering pesan whatsapp dari handphone ku sedikit terdengar mengganggu ku, ku hembuskan nafasku kesal dan kubuka pelan mataku lalu lanjut tidur, satu menit kemudian dering panggilan terdengar keras ditelingaku, ku buka mataku dan kurabakan tanganku ke lantai dibawah ranjang mengambil handphoneku,
“ halo,” kataku malas
“ Tiara cepat masuk kerja nanti ya, ada info penting” kata seseorang dengan nada tegas
“ ini siapa..?” jawabku malas sambil setengah tidur
“ ini aku lita, woy…masih tidur kamu ya?  Cepat bangun..hari ini ada audit jadi kamu harus cepat datang…!!!” katanya sambil teriak lalu menutup telepon
Ku hembuskan nafas malasku dan beranjak duduk dengan perasaan malas yang masih menyelimutiku
Kuambil sebotol air mineral yang tergeletak dibawah ranjangku lalu kuminum dengan pelan sambil kutatap pelan sekelilingku,
Disisi kanan ranjang susun yang ku tempati ada satu ranjang lagi diatasnya banyak tergeletak pakaian kotor dan bersih yang bercamput tanpa aturan, didepanku terlihat banyak piring dan gelas kotor yang berantakan di pantry ,tumpukan sampah, serta lemari pakaian yang terbuka lebar dengan isi yang berantakan, keadaan yang tak jauh berbeda pada meja kecil disisi jendela dengan laptop yang masih terbuka dan buku buku serta beberapa benda hasil percobaanku  yang berserakan diatasnya, lalu aku menguap malas.

Hai, namaku Tiara seorang gadis 20 tahun yang bekerja di Departemen Quality di sebuah perusahaan elektronik, aku lulusan SMA sudah tiga tahun aku bertahan di perusahaan ini tanpa prestasi, dari awal aku tak menyukai pekerjaan ini namun entah mengapa kau masih bertahan disini dan tidak mencari pekerjaan lain.

Aku menyewa sebuah kamar di kompleks penginapan para karyawan, aku menempatinya sendiri kamar yang seharusnya diisi oleh empat orang, bukan tanpa alasan, aku hanya tak ingin merepotkan orang lain dengan kemalasanku yang sudah mencapai level terparah.

Aku langkahkan kakiku ke kamar mandi dengan rasa malas yang semakin menjadi,
Keadaan kamar mandiku tak jauh berbeda sabun yang berserakan dimana mana, shampoo dan ember kosong yang di letakan di tempat yang bukan semestinya,
Aku selalu bersikap biasa melihat keadaan ini, karena tak ada sedikitpun yang berubah selama 3 tahun terakhir ini.

Hari ini benar benar akan menjadi hari yang panjang, aku sangat malas dengan audit,
Setelah bersiap siap , tanpa sarapan aku langsung menuju hante untuk menunggu Bus, sekarang sudah jam 6:25 menit, biasanya Bus datang jam 06 20 menit sudah terlambat 5 manit dari biasanya,
Pagi ini sangat cerah matahari bersinar tanpa ada awan yang menghalanginya, udara sudah terasa cukup panas meski ini masih pagi, jalanan sudah penuh sesak oleh kendaraan, hari ini lebih macet dari biasanya,
Aku masih duduk santai mendengarkan music dari headset, sebuah alunan merdu Michael William tightrope,aku mulai menyukai lagi ini beberapa hari lalu, aku juga menunjukan lagu ini  kepada clyde teman online ku yang menemani aku saat aku sedang bosan , namun sekarang dia sudah mulai sibuk dengan pekerjaanya.
jam sudah menunjukan pukul 06:35 dan aku masih duduk santai menunggu bus terakhir yang biasanya akan datang jam 06:40 , aku sangat yakin bus terakhir belum lewat karena melihat jalanan yang macet di hari yang sibuk ini . Halte sudah sepi tak ada lagi karyawan yang menunggu bus disini kecuali aku dan seorang yang duduk dengan gelisah menatap ujung jalan arah dimana bus akan datang, sesekali ia melihat jam dari Hp nya dan mengajakku untuk memesan transportasi online, dan aku hanya menjawab “ aku akan memesan Transportasi online jika sudah lewat jam 06:40 “ lalu dia mengangguk menyetujuiku dengan perasaan gelisah. Apakah dia tak pernah ketinggalan bus sebelumnya?
Akhirnya sesuai dugaanku tepat pukul 06:40 bus terakhir datang dan kami pun naik bus.

#30DWC #30DWCJilid22 #Day12