Menjelajahi dunia laut dan hidup diantara makhluk air adalah mimpi kecilku, hatiku begitu bersemangat ketika melihat warna warni terumbu karang dan hewan hewan laut, aku selalu membayangkan seandainya ada kesempatan untukku menjelajahinya walau sebentar, sayangnya aku tidak bisa berenang jauh karena fobiaku akan kedalaman dan kegelapan dan setiap kali aku mencoba berenang dan melihat keadaan bawah air maka nafasku serasa habis dan sesak, mulai saat itulah aku mencoba mengubur mimpiku dalam dalam.
Beberapa hari lalu seorang teman mengusulkan untuk untuk pergi berlibur kesebuah pulau dan snorkeling disana, aku ingin sekali ikut namun aku takut jika nanti aku tak mampu menikmati keindahan laut karena ketakutanku yang tiba tiba muncul, aku berfikir sejenak sampai kapan aku harus seperti ini ?
Dua hari lalu aku mencoba kembali berenang, siang itu begitu cerah jam sudah menunjukan pukul 11 siang, aku berfikir saat siang hari kolam tak akan terlihat gelap dan itu adalah saat yang tepat untukku kembali ke dunia air.
Aku mendatangi kolam renang di sebuah hotel di kotaku aku biasa berenang disini, selain bersih juga tempatnya terang karena kolamnya berada di luar tanpa atap, hari itu hari kerja dimana kolam sangat sepi biasanya hanya ada aku dan penjaga kolam.
Dan benar saja semua sudah sesuai harapan kondisi cuaca sangat cerah dan panas, dan kolam sangat sepi, akupun mulai memasuki kolam dan berenang dimulai dari kedalaman 1,6 meter semua berjalan lancar, lalu lebih dalam lagi di kedalaman 1,7 meter semua masih baik baik saja aku sangat senang lalu akupun mencoba menyelam dan memasuki kolam di kedalaman 2 meter, 5 detik pertama aku baik baik saja, namun tiba tiba nafasku seperti berhenti, aku mencoba naik namun sepertinya sesuatu menariku, kakiku menjadi kaku dan tak mampu ku gerakan, aku mulai takut apakah aku akan mati sekarang? Aku hanya berfikir jangan panik namun tubuhku tak sejalan dengan pikiranku ,aku mencoba berteriak dan memanggil penjaga kolam yang sedang sibuk membersihkan kolam khusus untuk anak anak, namun sepertinya dia tidak mendengarku, tanganku berusaha meraih dinding kolam yang berjarak kurang lebih 80 cm dari tempatku berada sekarang, sementara pikiranku terus menerus berteriak jangan panik kamu pasti bisa, beberapa saat berlalu tanganku mulai merasakan adanya dinding kolam, akupun meraihnya dan aku selamat.
Aku terbatuk batuk dan mencoba hirup nafas dalam dalam, jantungku masih berdetak tak menentu aku bersandar di pinggiran kolam belum mampu naik ke daratan dan sang penjaga kolam mendatangiku dengan terburu buru lalu bertanya “ mbak baik baik saja? Saya bisa bantu naik ” akupun menjawab “ terimakasih pak saya baik baik saja” sementara nafasku masih terputus putus “sepertinya mbak berusaha sangat keras, semangat terus mbak “ katanya menyemangatiku, akupun tersenyum “ terimakasih pak “
Setelah beberapa saat berlalu, nafasku mulai tenang, kekuatanku sudah kembali dan akupun naik ke daratan dan merebahkanku ke kursi yang ada di pinggiran kolam “ aku lelah “
#30DWC #30DWCJilid22 #Day20