Kamis, 27 Februari 2020

Tiara ( pemalas )

Tut tut , dering pesan whatsapp dari handphone ku sedikit terdengar mengganggu ku, ku hembuskan nafasku kesal dan kubuka pelan mataku lalu lanjut tidur, satu menit kemudian dering panggilan terdengar keras ditelingaku, ku buka mataku dan kurabakan tanganku ke lantai dibawah ranjang mengambil handphoneku,
“ halo,” kataku malas
“ Tiara cepat masuk kerja nanti ya, ada info penting” kata seseorang dengan nada tegas
“ ini siapa..?” jawabku malas sambil setengah tidur
“ ini aku lita, woy…masih tidur kamu ya?  Cepat bangun..hari ini ada audit jadi kamu harus cepat datang…!!!” katanya sambil teriak lalu menutup telepon
Ku hembuskan nafas malasku dan beranjak duduk dengan perasaan malas yang masih menyelimutiku
Kuambil sebotol air mineral yang tergeletak dibawah ranjangku lalu kuminum dengan pelan sambil kutatap pelan sekelilingku,
Disisi kanan ranjang susun yang ku tempati ada satu ranjang lagi diatasnya banyak tergeletak pakaian kotor dan bersih yang bercamput tanpa aturan, didepanku terlihat banyak piring dan gelas kotor yang berantakan di pantry ,tumpukan sampah, serta lemari pakaian yang terbuka lebar dengan isi yang berantakan, keadaan yang tak jauh berbeda pada meja kecil disisi jendela dengan laptop yang masih terbuka dan buku buku serta beberapa benda hasil percobaanku  yang berserakan diatasnya, lalu aku menguap malas.

Hai, namaku Tiara seorang gadis 20 tahun yang bekerja di Departemen Quality di sebuah perusahaan elektronik, aku lulusan SMA sudah tiga tahun aku bertahan di perusahaan ini tanpa prestasi, dari awal aku tak menyukai pekerjaan ini namun entah mengapa kau masih bertahan disini dan tidak mencari pekerjaan lain.

Aku menyewa sebuah kamar di kompleks penginapan para karyawan, aku menempatinya sendiri kamar yang seharusnya diisi oleh empat orang, bukan tanpa alasan, aku hanya tak ingin merepotkan orang lain dengan kemalasanku yang sudah mencapai level terparah.

Aku langkahkan kakiku ke kamar mandi dengan rasa malas yang semakin menjadi,
Keadaan kamar mandiku tak jauh berbeda sabun yang berserakan dimana mana, shampoo dan ember kosong yang di letakan di tempat yang bukan semestinya,
Aku selalu bersikap biasa melihat keadaan ini, karena tak ada sedikitpun yang berubah selama 3 tahun terakhir ini.

Hari ini benar benar akan menjadi hari yang panjang, aku sangat malas dengan audit,
Setelah bersiap siap , tanpa sarapan aku langsung menuju hante untuk menunggu Bus, sekarang sudah jam 6:25 menit, biasanya Bus datang jam 06 20 menit sudah terlambat 5 manit dari biasanya,
Pagi ini sangat cerah matahari bersinar tanpa ada awan yang menghalanginya, udara sudah terasa cukup panas meski ini masih pagi, jalanan sudah penuh sesak oleh kendaraan, hari ini lebih macet dari biasanya,
Aku masih duduk santai mendengarkan music dari headset, sebuah alunan merdu Michael William tightrope,aku mulai menyukai lagi ini beberapa hari lalu, aku juga menunjukan lagu ini  kepada clyde teman online ku yang menemani aku saat aku sedang bosan , namun sekarang dia sudah mulai sibuk dengan pekerjaanya.
jam sudah menunjukan pukul 06:35 dan aku masih duduk santai menunggu bus terakhir yang biasanya akan datang jam 06:40 , aku sangat yakin bus terakhir belum lewat karena melihat jalanan yang macet di hari yang sibuk ini . Halte sudah sepi tak ada lagi karyawan yang menunggu bus disini kecuali aku dan seorang yang duduk dengan gelisah menatap ujung jalan arah dimana bus akan datang, sesekali ia melihat jam dari Hp nya dan mengajakku untuk memesan transportasi online, dan aku hanya menjawab “ aku akan memesan Transportasi online jika sudah lewat jam 06:40 “ lalu dia mengangguk menyetujuiku dengan perasaan gelisah. Apakah dia tak pernah ketinggalan bus sebelumnya?
Akhirnya sesuai dugaanku tepat pukul 06:40 bus terakhir datang dan kami pun naik bus.

#30DWC #30DWCJilid22 #Day12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar