Kamis, 05 Maret 2020

Perjalanan Pertama ke Kota Kelahiran part 2


Kota Jakarta malam ini begitu ramai, taksi yang ku tumpangi berjalan sedikit lambat, mungkin perjalananku akan  sedikit lebih lama Karena kondisi jalan yang padat, keretaku akan berangkat jam 23:25 ,aku memilih jadwal terakhir selain agar sampai di rumah saat subuh juga mencegah agar tidak ketinggalan kereta, dan sekarang masih jam 21:00.
Kota Jakarta dimalam ini begitu cantik dan ramai, lampu lampu jalan yang terang dan gedung gedung tinggi di malam hari, malam ini aku benar benar bersemangat tak sedikitpun aku merasa lelah, padahal pagi tadi aku baru saja sampai rumah setelah semalaman bekerja, hanya 2 jam tidur sebelum aku melakukan perjalanan ini.
Setelah hampir 2 jam akhirnya sampailah aku di stasiun pasar senen, turun dari taksi aku langsung menuju tempat penukaran tiket butuh waktu setengah jam untuk mencari tempat penukaran tiket, seharusnya tidak selama ini jika aku sudah tau tempatnya, dan setelah Tanya sana ini akhirnya akupun menemukannya, hah sepertinya konsentrasiku mulai sedikit berkurang, setelah menukarkan tiket akupun mulai mencari tempat untuk duduk sambil menunggu jadwal keberangkatan,
 Aku memutuskan duduk lesehan di atas lantai stasiun seperti para calon penumpang lain disini, malam ini stasiun sangat padat dan aku tidak menemukan satupun kursi yang kosong.
Menunggu  jadwal keberangkatanku yang masih kurang lebih 1 setengah jam lagi tak banyak yang kulakukan , hanya mendengarkan music dari headset dan melihat lihat keadaan sekitar, ini benar benar perjalanan pertamaku, sudah seminggu ini ku pelajari bagaimana prosedur yang harus aku lakukan saat perjalanan ini agar aku selamat sampai tujuan tanpa bingung, tapi tetap saja ada sedikit rasa takut , ditambah lagi Ibuku yang terus menerus nelpon setelah kemarin aku mengabarinya bahwa aku akan melakukan perjalanan ke pulau Jawa seorang diri.
Setelah menunggu beberapa lama keretapun datang, lalu setelah menemukan tempat dudukku di dalam kereta akupun duduk santai dengan tenang, kantuk mulai datang namun aku tidak boleh terlelap, jika sampai terlelap aku bisa terlewat dan siapa yang akan membangunkanku? Sejujurnya ketiduran diatasa kendaraan umum adalah penyakitku sejak lama, hampir tiap bulan aku tertidur di dalam bus dan terlewat dari halte pemberhentianku saat pulang kerja dan untuk ini aku tidak boleh terlewat , tapi akhirnya aku pun tertidur juga.
Dering telpon membangunkanmu, Mama menelpon lagi sudah 30 panggilan tak terjawab ternyata dan oh dengan perasaan kaget aku baru tersadar aku tertidur dan sekarang aku masih didalam kereta,
“ maaf Pak ini sudah sampai mana ya? “ tanyaku buru buru dengan penumpang lain yang ada di sampingku
“ sebentar lagi Pemalang dek “
Ow tepat waktu aku sedikit tersenyum dan menatap handponeku thanks Mama kataku dalam hati, sudah 31 panggilan tak terjawab namun aku belum menjawab panggilannya, karena kereta keburu berhenti dan sampailah aku di stasiun Pemalang, turun dari kereta akupun duduk sebentar di kursi yang ada di sepanjang stasiun dan menelpon mama sebentar untuk mengabari bahwa aku sudah sampai dengan selamat, aku juga tidak ingin di cap sebagai anaka durhaka karena membuatnya khawatir sepanjang malam, aku sampai di Pemalang tepat saat adzan Subuh sesuai jadwal.
Setelah berpikir sejenak akupun memutuskan untuk pulang dengan menggunakan becak, aku benar benar rindu menggunakan kendaraan tradisional yang satu ini.
Merasakan sejuknya udara pagi membuatku semakin bersemangat, aku sangat tidak sabar hingga tanpa sadar aku senyum senyum sepanjang jalan , untung saja jalanan masih sangat sepi jadi tak ada oang yang melihat tampangku yang aneh Karen a senyum senyum sendiri ini,
Setelah kurang lebih 30 menit sampailah aku di depan rumah
“Assalamualaikum “ kataku sambil mengetok pintu
“ Anakku sayang, masih ingat juga jalan pulang “ kata Tanteku yang langsung memelukku dengan tersenyum
Aku hanya tersenyum karena senang nya, lalu tiba tiba tente melepas pelukanya dan melihat lihat kearah belakangku
“ kenapa sendirian? Mana pasangannya ? “ tanyanya dengan raut datar
Huh bukannya tanya kabarku apa gimana perjalannya ini malah tanya yang belum ada, aku pun masuk ke dalam rumah dengan muka datar sambil menyeret koper kecilku, tante hanya tertawa jahil sambil teriak memanggil om dan para anggota keluarga lain.

#30DWC #30DWCJilid22 #Day18


Tidak ada komentar:

Posting Komentar