Kota Jakarta malam ini begitu ramai, taksi yang ku tumpangi
berjalan sedikit lambat, mungkin perjalananku akan sedikit lebih lama Karena kondisi jalan yang
padat, keretaku akan berangkat jam 23:25 ,aku memilih jadwal terakhir selain
agar sampai di rumah saat subuh juga mencegah agar tidak ketinggalan kereta, dan sekarang masih jam 21:00.
Kota Jakarta dimalam ini begitu cantik dan ramai, lampu
lampu jalan yang terang dan gedung gedung tinggi di malam hari, malam ini aku
benar benar bersemangat tak sedikitpun aku merasa lelah, padahal pagi tadi aku
baru saja sampai rumah setelah semalaman bekerja, hanya 2 jam tidur sebelum aku
melakukan perjalanan ini.
Setelah hampir 2 jam akhirnya sampailah aku di stasiun pasar
senen, turun dari taksi aku langsung menuju tempat penukaran tiket butuh waktu
setengah jam untuk mencari tempat penukaran tiket, seharusnya tidak selama ini
jika aku sudah tau tempatnya, dan setelah Tanya sana ini akhirnya akupun
menemukannya, hah sepertinya konsentrasiku mulai sedikit berkurang, setelah
menukarkan tiket akupun mulai mencari tempat untuk duduk sambil menunggu jadwal
keberangkatan,
Aku memutuskan duduk
lesehan di atas lantai stasiun seperti para calon penumpang lain disini, malam ini
stasiun sangat padat dan aku tidak menemukan satupun kursi yang kosong.
Menunggu jadwal
keberangkatanku yang masih kurang lebih 1 setengah jam lagi tak banyak yang
kulakukan , hanya mendengarkan music dari headset dan melihat lihat keadaan
sekitar, ini benar benar perjalanan pertamaku, sudah seminggu ini ku pelajari
bagaimana prosedur yang harus aku lakukan saat perjalanan ini agar aku selamat
sampai tujuan tanpa bingung, tapi tetap saja ada sedikit rasa takut , ditambah
lagi Ibuku yang terus menerus nelpon setelah kemarin aku mengabarinya bahwa aku
akan melakukan perjalanan ke pulau Jawa seorang diri.
Setelah menunggu beberapa lama keretapun datang, lalu
setelah menemukan tempat dudukku di dalam kereta akupun duduk santai dengan
tenang, kantuk mulai datang namun aku tidak boleh terlelap, jika sampai
terlelap aku bisa terlewat dan siapa yang akan membangunkanku? Sejujurnya ketiduran
diatasa kendaraan umum adalah penyakitku sejak lama, hampir tiap bulan aku
tertidur di dalam bus dan terlewat dari halte pemberhentianku saat pulang kerja
dan untuk ini aku tidak boleh terlewat , tapi akhirnya aku pun tertidur juga.
Dering telpon membangunkanmu, Mama menelpon lagi sudah 30
panggilan tak terjawab ternyata dan oh dengan perasaan kaget aku baru tersadar
aku tertidur dan sekarang aku masih didalam kereta,
“ maaf Pak ini sudah sampai mana ya? “ tanyaku buru buru
dengan penumpang lain yang ada di sampingku
“ sebentar lagi Pemalang dek “
Ow tepat waktu aku sedikit tersenyum dan menatap handponeku thanks
Mama kataku dalam hati, sudah 31 panggilan tak terjawab namun aku belum
menjawab panggilannya, karena kereta keburu berhenti dan sampailah aku di
stasiun Pemalang, turun dari kereta akupun duduk sebentar di kursi yang ada di
sepanjang stasiun dan menelpon mama sebentar untuk mengabari bahwa aku sudah
sampai dengan selamat, aku juga tidak ingin di cap sebagai anaka durhaka karena
membuatnya khawatir sepanjang malam, aku sampai di Pemalang tepat saat adzan
Subuh sesuai jadwal.
Setelah berpikir sejenak akupun memutuskan untuk pulang
dengan menggunakan becak, aku benar benar rindu menggunakan kendaraan tradisional
yang satu ini.
Merasakan sejuknya udara pagi membuatku semakin bersemangat,
aku sangat tidak sabar hingga tanpa sadar aku senyum senyum sepanjang jalan ,
untung saja jalanan masih sangat sepi jadi tak ada oang yang melihat tampangku
yang aneh Karen a senyum senyum sendiri ini,
Setelah kurang lebih 30 menit sampailah aku di depan rumah
“Assalamualaikum “ kataku sambil mengetok pintu
“ Anakku sayang, masih ingat juga jalan pulang “ kata
Tanteku yang langsung memelukku dengan tersenyum
Aku hanya tersenyum karena senang nya, lalu tiba tiba tente
melepas pelukanya dan melihat lihat kearah belakangku
“ kenapa sendirian? Mana pasangannya ? “ tanyanya dengan
raut datar
Huh bukannya tanya kabarku apa gimana perjalannya ini malah tanya
yang belum ada, aku pun masuk ke dalam rumah dengan muka datar sambil menyeret
koper kecilku, tante hanya tertawa jahil sambil teriak memanggil om dan para
anggota keluarga lain.
#30DWC #30DWCJilid22 #Day18
Tidak ada komentar:
Posting Komentar